Normalisasi Hubungan Arab Saudi-Iran 2023: Analisis Balance of Threat dan Strategi Hedging Arab Saudi

Authors

  • Latiefah Filberr Universitas Sriwijaya
  • Inka Viona Syakila Universitas Sriwijaya
  • Haura Rizqiyah Putri Anasya Universitas Sriwijaya
  • Muthia Karini Universitas Sriwijaya
  • Muchammad Yustian Yusa Universitas Sriwijaya
  • Muhammad Ridwan Afandi Universitas Sriwijaya
  • Muhammad Naufan Rizqullah Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i2.627

Abstract

Pemulihan hubungan diplomatik Arab Saudi dan Iran yang diumumkan di Beijing pada 10 Maret 2023 mengakhiri keterputusan hubungan sejak 2016 dan sering dibaca sebagai tanda pergeseran tatanan Timur Tengah. Artikel ini menganalisis motif Arab Saudi dalam normalisasi tersebut dengan menggabungkan teori balance of threat Stephen Walt dan konsep hedging. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan data sekunder dari literatur akademik, dokumen resmi, dan laporan lembaga kajian strategis. Hasil analisis menunjukkan bahwa normalisasi tidak mencerminkan berakhirnya rivalitas, melainkan penurunan persepsi ancaman langsung terhadap Saudi yang dikombinasikan dengan upaya diversifikasi mitra strategis di tengah keraguan atas komitmen keamanan Amerika Serikat dan kebutuhan menjaga stabilitas bagi agenda Visi 2030. Artikel ini menyimpulkan bahwa normalisasi lebih tepat dipahami sebagai strategi hedging untuk mengelola risiko, bukan perubahan mendasar dari rivalitas ideologis dan geopolitik.

Downloads

Published

2026-10-29

How to Cite

Latiefah Filberr, Inka Viona Syakila, Haura Rizqiyah Putri Anasya, Muthia Karini, Muchammad Yustian Yusa, Muhammad Ridwan Afandi, & Muhammad Naufan Rizqullah. (2026). Normalisasi Hubungan Arab Saudi-Iran 2023: Analisis Balance of Threat dan Strategi Hedging Arab Saudi. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum Dan Ilmu Sosial, 4(2), 4081–4091. https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i2.627