Gerakan Perlawanan Warga Terhadap Pembangunan Geothermal Di Poco Leok Desa Mocok Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai (Studi Kasus : Tentang penolakan pembangunan geotermal di desa mocok kecamatan satarmese Kabupaten Manggarai)
DOI:
https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i1.234Keywords:
Gerakan Perlawanan, Pembangunan Geotermal, Lingkungan, Hak Asasi Manusia, Gerakan PemulihanAbstract
Gerakan Perlawanan Warga terhadap Pembangunan Geotermal di Poco Leok Desa Moncok Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai: Studi tentang Gerakan Pemulihan Penelitian ini bertujuan untuk memahami gerakan perlawanan warga terhadap pembangunan geotermal di Poco Leok Desa Moncok Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai. Pembangunan geotermal di daerah tersebut telah menimbulkan kekhawatiran dan perlawanan dari warga setempat karena dianggap akan merusak lingkungan dan mengancam kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan perlawanan warga terhadap pembangunan geotermal di Poco Leok Desa Moncok Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai dipicu oleh kekhawatiran akan dampak lingkungan dan kehidupan warga. Warga melakukan perlawanan melalui berbagai cara, termasuk demonstrasi, petisi, dan gugatan hukum. Penelitian ini juga menemukan bahwa gerakan perlawanan warga tersebut merupakan bentuk gerakan pemulihan, yaitu upaya warga untuk memulihkan hak-hak mereka yang dianggap telah dilanggar.













