Analisis Strategi Bertahan Toko Kelontong dalam Menghadapi Persaingan Toko Ritel Modern: Studi Kualitatif di Kawasan MMTC Medan
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i1.316Keywords:
Keunggulan Kompetitif, Kualitatif Deskriptif, Ritel Modern, Strategi Bertahan, Toko Kelontong TradisionalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bertahan yang diterapkan oleh toko kelontong tradisional dalam menghadapi persaingan dari gerai ritel modern di kawasan sekitar MMTC Medan. Ekspansi yang cepat dari minimarket modern seperti Indomaret dan Alfamart telah memberikan tantangan signifikan terhadap keberlanjutan toko kelontong tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama lima pemilik toko kelontong sebagai informan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemilik toko kelontong menerapkan beberapa strategi bertahan utama, meliputi pelayanan personal dan pembangunan hubungan emosional dengan pelanggan, penyediaan sistem kasbon (utang), penjualan produk dalam jumlah eceran untuk mengakomodasi variasi daya beli konsumen, adopsi metode pembayaran digital (QRIS dan e-wallet), penyediaan layanan antar gratis, mempertahankan jam operasional selama 24 jam, serta penyediaan stok produk kebutuhan lokal yang tidak tersedia di minimarket modern. Strategi-strategi ini, yang didasarkan pada prinsip keunggulan kompetitif melalui kedekatan sosial dan fleksibilitas layanan, memungkinkan toko kelontong tradisional untuk tetap relevan di tengah dominasi ritel modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan terpadu yang menggabungkan keunggulan relasional, diferensiasi produk, dan penetapan harga yang adaptif sangat esensial bagi kelangsungan hidup toko kelontong tradisional dalam menghadapi persaingan ritel modern.













