Hubungan Timbal Balik Pengangguran dan Kemiskinan di Indonesia: Analisis Siklus Kemiskinan dan Kebijakan Ketenagakerjaan 2010-2024
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i1.321Keywords:
Pengangguran, Kemiskinan, Siklus Kemiskinan, Vector Autoregression, Ketenagakerjaan Pemuda, Kota MedanAbstract
Pengangguran dan kemiskinan menunjukkan hubungan kausal dua arah yang menciptakan siklus kemiskinan yang saling memperkuat. Penelitian ini menelaah interaksi dinamis antara tingkat pengangguran terbuka dan tingkat kemiskinan di Indonesia menggunakan data panel dari 34 provinsi selama periode 2010–2024. Pendekatan Vector Autoregression (VAR) digunakan untuk menangkap efek langsung maupun tidak langsung antara kedua variabel tersebut. Hasil uji Granger Causality menunjukkan adanya kausalitas dua arah yang signifikan antara pengangguran dan kemiskinan pada tingkat signifikansi 5%. Selanjutnya, analisis Impulse Response Function (IRF) menunjukkan bahwa peningkatan tingkat pengangguran sebesar 1 poin persentase menyebabkan kenaikan tingkat kemiskinan sebesar 0,42 poin pada tahun pertama, mencapai puncak 0,68 poin pada tahun ketiga. Dampak ini bersifat persisten dan belum sepenuhnya hilang hingga tahun kelima.Penelitian ini juga menyoroti kasus pengangguran pemuda di Kota Medan, Sumatera Utara. Pada tahun 2024, tingkat pengangguran pemuda di Medan mencapai 21,4%, melebihi rata-rata nasional sebesar 18,7%. Fenomena ini terutama disebabkan oleh ketidakcocokan keterampilan antara lulusan pendidikan dan kebutuhan pasar tenaga kerja, serta terbatasnya penyerapan tenaga kerja di sektor formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan memerlukan kebijakan terpadu yang menggabungkan penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia, dan perlindungan sosial. Khusus untuk Kota Medan, kebijakan sebaiknya memanfaatkan keunggulan komparatif di sektor maritim, pertanian, dan digital untuk menciptakan peluang kerja yang layak bagi pemuda.













