Fenomena Victim Blaming terhadap Korban Kekerasan Seksual di Indonesia: Literature Review

Penelitian

Authors

  • Syarifah Fadia Universitas Negeri Jakarta
  • Desy Safitri Universitas Negeri Jakarta
  • Sujarwo Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i1.337

Keywords:

Victim Blaming, Sexual Violence, Rape Myth, Secondary Victimization

Abstract

Victim blaming merupakan salah satu respons negatif yang masih diterima korban kekerasan seksual di Indonesia. Praktik ini memperburuk kondisi korban dan menghambat proses pemulihan dan pencarian keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis literatur mengenai fenomena victim blaming terhadap korban kasus kekerasan seksual di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 15 artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar dan dipilih berdasarkan kriteria relevansi. Hasil kajian menunjukkan bahwa victim blaming umumnya muncul dalam bentuk anggapan bahwa korban turut andil sebagai penyebab terjadinya kekerasan seksual atau gagal dalam mencegah terjadinya kekerasan tersebut. Praktik ini dipengaruhi oleh budaya patriarki, stereotip gender, dan mitos mengenai kekerasan seksual (rape myth). Victim blaming berdampak pada psikologis korban, menghambat pelaporan, serta memunculkan viktimisasi sekunder dalam sistem peradilan maupun ruang digital. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat dan pendekatan yang lebih melihat sudut pandang korban dalam penanganan kasus kekerasan seksual.

 

Downloads

Published

2026-05-31

How to Cite

Syarifah Fadia, Desy Safitri, & Sujarwo. (2026). Fenomena Victim Blaming terhadap Korban Kekerasan Seksual di Indonesia: Literature Review: Penelitian. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum Dan Ilmu Sosial, 4(1), 1859–1870. https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i1.337