Transformasi Struktural Ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Pasca-Timah: Hilirisasi, Ekonomi Biru, dan Revitalisasi Sektor Berkelanjutan sebagai Strategi Peningkatan Daya Saing Daerah
DOI:
https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i2.452Keywords:
Structural Transformation, Downstream Industrialization, Blue Economy, Regional Competitiveness, Bangka Belitung.Abstract
Pembangunan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih menghadapi tantangan struktural akibat ketergantungan pada pertambangan timah yang ekstraktif, tidak terbarukan, dan rentan terhadap fluktuasi harga global. Kondisi ini mencerminkan paradoks kelimpahan sumber daya, di mana kekayaan alam tidak otomatis menjamin kesejahteraan berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis arah transformasi struktural melalui hilirisasi industri, penguatan ekonomi biru, revitalisasi pertanian berkelanjutan, dan transformasi pariwisata pascatambang untuk meningkatkan daya saing daerah. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif berbasis data sekunder, meliputi PDRB, Indeks Daya Saing Daerah, statistik BPS, laporan Bank Indonesia, serta kajian BRIN dan KPPOD. Hasil menunjukkan sektor perikanan dan pertanian memiliki resiliensi tinggi dan berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi pascatimah, namun masih terkendala lemahnya hilirisasi, inovasi, dan kualitas lingkungan. Transformasi berbasis ekonomi biru dan industrialisasi hilir, disertai internalisasi eksternalitas pertambangan, menjadi prasyarat pembangunan ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berorientasi jangka panjang.













