Pengaruh Kualitas Produk dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Batik Solo Kota Karawang
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i2.553Keywords:
Kapabilitas Pemasaran, Ekosistem Ritel, Perilaku Pembelian, Penjaminan Kualitas Produk, Intervensi TaktisAbstract
Ekosistem ritel industrial seringkali menghadapi inkonsistensi kapabilitas pemasaran yang parah, terutama ketika menyeimbangkan retensi kualitas produk autentik dengan harga promosi agresif untuk menangkap demografi pekerja urban dinamis. Studi saat ini secara komprehensif menginvestigasi diskoneksi strategis antara pendekatan pemasaran tekstil tradisional dan daya beli volatil dalam pasar tradisional lokal, bertujuan untuk menentukan bagaimana kualitas produk dan promosi tertarget mendorong keputusan pembelian konsumen urban. Melalui pemeriksaan empiris pada sektor ritel regional, riset mengevaluasi pola perilaku dari pekerja pabrik yang membeli komoditas Batik Solo autentik. Investigasi tersebut menangkap dinamika transaksional spesifik serta preferensi konsumen tanpa terlalu menekankan mekanika statistik kuantitatif murni, melainkan berfokus pada fenomena struktural yang mendasarinya. Temuan mengungkapkan bahwa ketahanan material, keaslian motif, dan keunggulan penyelesaian bertindak sebagai determinan utama loyalitas konsumen, secara signifikan mengesampingkan daya tarik dari diskon promosi sementara. Meskipun taktik promosi luring secara efektif menstimulasi transaksi langsung, keputusan pembelian berkelanjutan utamanya bergantung pada nilai persepsi mengenai kualitas produk intrinsik. Tesis sentral menegaskan bahwa pengecer tekstil tradisional mutlak harus aktif beralih dari sekadar diskon promosi menuju penjaminan kualitas struktural demi mengamankan basis pelanggan loyal di tengah penetrasi pasar intens oleh produk alternatif buatan yang jauh lebih murah. Wawasan krusial ini memberikan intervensi taktis penting bagi manajer ritel lokal, menyarankan implementasi strategi pemaketan tertarget yang disesuaikan secara teliti bagi pekerja industrial modern. Pada akhirnya, penelitian ini menyediakan kerangka kapabilitas pemasaran yang sangat baru untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan pembangunan ekonomi regional dengan operasi ritel akar rumput, menawarkan implikasi strategis guna mempertahankan daya saing komoditas tradisional dalam lanskap industrialisasi yang pesat.













