Kelayakan Ekonomi dan Analisis Sensitivitas Usaha Peternakan Ayam Petelur Skala Mikro-Kecil dalam Menghadapi Volatilitas Harga Pakan
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i2.589Keywords:
Ayam Petelur, Biaya Pakan, Saluran Pemasaran, Kelayakan Ekonomi, Ekonomi Syariah, Good Farming PracticeAbstract
Tingginya ketergantungan pada pakan pabrikan komersial menjadi kendala utama bagi keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur skala mikro-kecil, khususnya dalam menghadapi gejolak dan volatilitas harga pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif efisiensi teknis budidaya (Good Farming Practice), rantai saluran pemasaran, serta kerentanan finansial peternakan ayam petelur skala mikro-kecil di Desa Batu Putih, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun, yang dibingkai dalam perspektif Ekonomi Syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan metode purposive sampling. Data primer diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan informan kunci (pemilik peternakan, pengelola kandang, pedagang pengumpul, pengecer, dan konsumen), serta diperkuat oleh studi dokumentasi. Teknik analisis data mengadopsi model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang dikombinasikan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya telah menerapkan pemeliharaan intensif berbasis kandang baterai (battery cage) dan manajemen biosekuriti yang mampu menjaga stabilitas Hen Day Production (HDP) serta mengendalikan tingkat mortalitas. Namun, biaya pakan menyerap porsi terbesar operasional (60%–70%), sehingga lonjakan harga pakan memicu fenomena margin squeeze. Di sisi tata niaga, penjualan didominasi oleh saluran tidak langsung via pedagang pengumpul yang menempatkan peternak pada posisi price taker dengan daya tawar rendah akibat asimetri informasi pasar. Ditinjau dari Ekonomi Syariah, usaha ini telah memenuhi prinsip kehalalan (halalan thayyiban) dan kerelaan ('an taradhin), namun implementasi keadilan ('adl) dalam pembagian nilai tambah dan perlindungan modal (hifz al-mal) belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan perlunya pembentukan kelompok tani/koperasi untuk pembelian pakan secara kolektif (bulk purchase), pemanfaatan formulasi pakan alternatif berbasis bahan lokal, serta digitalisasi pemasaran guna meningkatkan efisiensi dan daya saing peternak.













