Penguatan Perlindungan Sosial Adaptif Bagi Keluarga Rentan untuk Menurunkan Risiko Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
DOI:
https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i2.598Abstract
Keberlanjutan pendidikan anak di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan menghadapi risiko yang dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya ekonomi rumah tangga, keterlibatan anak dalam aktivitas ekonomi keluarga, serta melemahnya kapasitas keluarga mempertahankan pendidikan ketika menghadapi tekanan ekonomi. Policy Paper ini bertujuan menganalisis akar masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) dan anak yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan, mengkaji alternatif kebijakan, serta merumuskan pilihan kebijakan yang paling sesuai dengan karakteristik daerah. Analisis dilakukan melalui identifikasi masalah, penetapan prioritas menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth), analisis akar masalah melalui fishbone dan penyebab Level 1–Level 2, serta perumusan dan penilaian alternatif kebijakan menggunakan Model Logika dan Multi Criteria Analysis (MCA). Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi rumah tangga dan keterlibatan anak dalam aktivitas ekonomi keluarga merupakan persoalan prioritas, dengan tiga akar masalah utama berupa pendapatan rumah tangga yang tidak mencukupi kebutuhan hidup dan pendidikan anak, keterlibatan anak dalam aktivitas ekonomi keluarga, serta melemahnya kapasitas rumah tangga mempertahankan pendidikan anak ketika menghadapi tekanan ekonomi. Dari tiga alternatif kebijakan, yaitu penguatan layanan pendidikan adaptif, penguatan perlindungan sosial terintegrasi, serta penguatan identifikasi dini dan pendampingan, alternatif perlindungan sosial terintegrasi memperoleh nilai tertinggi pada Model Logika (5,0/5) dan MCA (4,70/5). Policy Paper merekomendasikan penguatan perlindungan sosial adaptif bagi keluarga rentan melalui integrasi identifikasi risiko, asesmen keluarga, klasifikasi kerentanan, pemadanan intervensi, pendampingan, dan monitoring keberlanjutan pendidikan. Kebijakan ini diharapkan mendorong intervensi yang lebih tepat sasaran, adaptif terhadap kondisi keluarga dan wilayah, serta memperkuat pencegahan ATS di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.













