Analisis Framing Pemberitaan Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Implikasinya terhadap Literasi Publik
DOI:
https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i2.601Abstract
Penelitian ini menganalisis framing pemberitaan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kompas.com dan Tempo.co serta menginterpretasikan implikasinya terhadap literasi publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model framing Robert N. Entman yang mencakup define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Corpus terdiri atas 12 berita, masing-masing enam berita Kompas.com dan enam berita Tempo.co, yang dipilih secara purposif dengan prinsip maximum variation pada periode 6 Januari–31 Maret 2025 sebagai fase awal implementasi MBG. Hasil menunjukkan bahwa Kompas.com cenderung membangun implementation–improvement frame dengan menonjolkan manfaat, proses pelaksanaan, adaptasi, perluasan, dan penyempurnaan program. Tempo.co lebih banyak membangun critical–evaluative frame melalui penekanan pada biaya, anggaran, efektivitas, tata kelola, evaluasi, dan prioritas kebutuhan penerima. Perbedaan tersebut tidak menunjukkan dikotomi sederhana antara dukungan dan penolakan, tetapi memperlihatkan perbedaan aspek kebijakan yang dibuat lebih menonjol. Secara interpretatif, framing Kompas.com berpotensi menyediakan sumber bagi implementation literacy, sedangkan framing Tempo.co berpotensi menyediakan sumber bagi evaluative literacy. Penelitian ini mengusulkan framing literacy sebagai perspektif untuk memahami kemampuan mengenali bahwa kebijakan yang sama dapat dikonstruksikan melalui seleksi dan penonjolan aspek yang berbeda. Konsep tersebut ditempatkan sebagai implikasi konseptual dari analisis teks, bukan sebagai efek audiens yang telah diukur secara empiris.













