Strategi Komunikasi Pengurus Keamanan dan Ketertiban dalam Membentuk Budaya Kesantunan Santri di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung
DOI:
https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i2.608Keywords:
komunikasi interpersonal; komunikasi persuasif; komunikasi pembinaan; kesantunan santri; pesantrenAbstract
Artikel ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi pengurus keamanan dan ketertiban dalam membentuk budaya kesantunan santri di Asrama Darussalam Blok 12, Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengolah kembali hasil wawancara dua pengurus dan tiga santri yang didukung observasi serta dokumentasi. Data dibaca secara tematik melalui perspektif komunikasi persuasif, komunikasi interpersonal, teori kesantunan, dan pembelajaran sosial. Temuan memperlihatkan perpaduan keteladanan, pembiasaan melalui interaksi harian, teguran bertahap yang menjaga harga diri, apresiasi berupa pujian dan tanggung jawab, serta konsekuensi edukatif yang proporsional. Kedekatan informal membuka ruang dialog, sedangkan batas otoritas tetap menjaga kejelasan tata tertib. Sintesis penelitian menghasilkan konsep komunikasi pembinaan tegas yang menjaga martabat, yakni penegakan norma melalui pesan dan perlakuan yang mencerminkan kesantunan. Perubahan perilaku yang disampaikan informan bersifat pengamatan kualitatif, bukan bukti pengaruh kausal. Artikel berkontribusi pada kajian komunikasi pesantren dengan menempatkan fungsi keamanan sebagai praktik pembinaan relasional dan merekomendasikan pengujian lintas asrama serta pengamatan longitudinal.













