Studi Kasus Representasi Caleg Perempuan di DPRD Kabupaten Flores Timur Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v3i3.178Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab tidak terpilihnya calon legislatif (caleg) perempuan pada Pemilihan Umum Legislatif tahun 2024 di Kabupaten Flores Timur, meskipun regulasi telah menetapkan kuota minimal 30% keterwakilan perempuan dalam politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab kegagalan caleg perempuan dalam memperoleh kursi legislatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari caleg perempuan, penyelenggara pemilu, partai politik, tokoh masyarakat, dan pemilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang memengaruhi kegagalan caleg perempuan, yaitu patriarki kultural, patriarki institusional, patriarki dalam persepsi publik, dan patriarki domestik. Budaya patriarki masih mendominasi cara pandang masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan yang dianggap kurang layak berada di ruang publik dan politik. Selain itu, minimnya dukungan partai politik, rendahnya kapasitas sumber daya politik perempuan, serta keterbatasan mobilitas kampanye akibat beban domestik juga menjadi hambatan signifikan. Penelitian ini menegaskan bahwa rendahnya representasi perempuan bukan karena kurangnya regulasi, melainkan karena struktur sosial dan budaya yang belum mendukung kesetaraan politik perempuan.











