Etika Komunikasi Antarpribadi Perspektif Islam: Implementasi “Qaulan Karima” dalam Interaksi Dosen-Mahasiswa di Perguruan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i1.436Keywords:
Etika Komunikasi,Komunikasi Antarpribadi, Perspektif Islam, Qaulan Karima, Interaksi Dosen-Mahasiswa, Perguruan Tinggi.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai etika komunikasi antarpribadi dalam perspektif Islam, khususnya konsep Qaulan Karima (perkataan yang mulia), pada interaksi antara dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini menggali bagaimana prinsip Qaulan Karima yang menekankan pada tutur kata yang santun, penuh hormat, empati, dan kemaslahatan, diaplikasikan dalam komunikasi kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Qaulan Karima terwujud dalam penggunaan diksi yang sopan, intonasi yang lembut, serta upaya menghindari perkataan yang menyakitkan, menghakimi, atau merendahkan, yang pada gilirannya menciptakan suasana belajar yang kondusif, saling menghargai, dan memperkuat hubungan pendagogis. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan etika komunikasi Islami bukan hanya sekadar norma kesopanan, tetapi merupakan fondasi penting bagi terciptanya interaksi edukatif yang berkualitas, berkeadilan, dan berorientasi pada pembentukan karakter mulia di kalangan akademisi.













