Demistifikasi Asimetri Informasi dan Relasi Kuasa: Re-evaluasi Prinsip Al-‘Adl dan Al-Gharar dalam Rantai Pasok Kelapa Sawit
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v4i2.584Keywords:
Al-‘Adl, Al-Gharar Struktural, Asimetri Informasi, Rantai Pasok Kelapa Sawit, Relasi KuasaAbstract
Praktik transaksi distribusi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pada ranah agrikultur lokal kerap terjebak dalam formalisme akad yang mengabaikan ketimpangan struktural. Penelitian ini bertujuan menyingkap (demystify) bagaimana asimetri informasi dan relasi kuasa memicu eksploitasi tersembunyi, serta merangkai re-evaluasi teoretis atas prinsip al-‘adl (keadilan) dan al-gharar (ketidakpastian) dalam rantai pasok kelapa sawit di Kecamatan Geragai. Menggunakan pendekatan socio-legal kualitatif-kritikal dengan desain studi lapangan, data digali melalui wawancara mendalam terhadap petani swadaya, tengkulak/pengepul, perwakilan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), dan pakar muamalah melalui purposive sampling. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa gharar dalam rantai pasok sawit tidak lagi berwujud gharar klasik/fisik, melainkan gharar struktural yang terwujud melalui manipulasi penetapan grading kualitas, arbitrase potongan timbangan, serta penundaan skema pembayaran yang terhegemoni oleh relasi ketergantungan ekonomi. Situasi ini mengerosi substansi keadilan (al-‘adl) karena memindahkan risiko fluktuasi dan ketidakpastian secara sepihak kepada petani sebagai aktor paling rentan. Penelitian ini merekonstruksi batas teoretis gharar dalam muamalah modern dari dimensi fiq













